Home Scroll Top

Kapan Saat Tepat Memberi Suplemen Makanan Anak

Anak yang sehat ditandai dengan gerak tubuh yang lincah, ceria dan nafsu makan yang baik. Makanan sehat merupakan faktor penting untuk menjaga agar anak tetap sehat. Adakala saat sibuk orang tua tidak sempat menyiapkan makanan sehat. Apabila kondisi ini berlangsung lama, anak dapat kekurangan nutrisi, atau nutrisi yang tidak seimbang. Misalnya obesitas karena terlalu banyak konsumsi lemak dari makanan cepat saji.
Pemberian vitamin anak untuk nafsu makan diperlukan saat keadaan tertentu, misalnya kebutuhan vitamin mereka tidak dapat terpenuhi dari makanan sehari-hari. Kekurangan vitamin dan mineral yang terus-menerus dalam jangka waktu yang lama akan menurunkan kekebalan tubuh sehingga anak menjadi mudah terserang penyakit dan pertumbuhannya menjadi terganggu. Memang pemberian vitamin tambahan dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh, namun perhatikan pula asupan serat dan istirahat yang cukup, menjaga kebersihan diri dan lingkungan juga penting.

Makronutrisi dan Mikronutrisi

Nutrisi dapat dibagi menjadi dua yaitu makronutrisi dan mikronutrisi. Makronutrisi adalah jenis nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah yang lebih banyak sebagai sumber energi untuk beraktivitas. Yang termasuk dalam makronutrisi adalah karbohidrat, protein dan lemak. Contoh sumber karbohidrat adalah nasi, roti, jagung dan gandum. Protein dan lemak bisa didapat dari daging, tempe, tahu, telor dan kacang-kacangan.
Sedangkan mikronutrisi adalah jenis nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah yang lebih sedikit namun berperan sangat penting untuk menjaga daya tahan tubuh serta membuat tumbuh kembang anak menjadi optimal. Vitamin termasuk dalam mikronutrisi. Sumber mikronutrisi adalah buah-buahan dan sayuran.
Vitamin C adalah mikronutrisi yang banyak terkandung pada buah jeruk. Buah ini sangat bagus dikonsumsi anak-anak untuk menjaga daya tahan tubuhnya tetap terjaga. Untuk anak dibawah satu tahun makanan utama adalah Asi. Jadi ibu yang menyusui hendaknya makan makanan yang bergizi, termasuk buah-buahan yang mengandung Vitamin C agar sang bayi juga mendapat khasiatnya.
Vitamin B bermanfaat untuk menjaga fungsi organ tubuh agar berfungsi optimal, misalnya organ pencernaan dan membantu perkembangan sel. Vitamin B banyak terkandung didalam kacang-kacangan, biji-bijian, dan gandum. Vitamin B juga banyak terdapat pada buah-buahan dan sayuran.
Vitamin D berfungsi untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi. Karena Vitamin D membantu penyerapan kalsium dalam tubuh menjadi optimal. Vitamin D banyak terdapat pada yogurt, keju dan olahan daging. Sinar matahari pagi dapat menstimulasi tubuh untuk membentuk vitamin D. Oleh karena itu kebiasaan berjemur di pagi hari baik untuk menjaga kesehatan. Sinar matahari pagi merangsang tubuh untuk mengubah kolesterol dalam sel-sel kulit membentuk Vitamin D. Untuk bayi perlu diperhatikan jangan diajak berjemur terlalu lama. Karena kulit bayi yang masih sensitif. Berjemur 10-15 menit saja sudah cukup.
Zinc termasuk jenis mikronutrisi yang diperlukan tubuh. Gunanya adalah untuk melawan peradangan dan infeksi. Saat ada bakteri dan virus menyerang maka sel darah putih akan bereaksi. Zinc akan menjaga darah putih tetap sehat dan mampu melawan bakteri dan virus yang menyerang tubuh. Zinc banyak terkandung pada daging tanpa lemak dan ikan. Biasakan anak untuk makan ikan, apalagi ikan di negara kita tersedia berlimpah dan mudah didapat.
Omega 3 adalah mikronutrisi yang penting untuk perkembangan otak. Omega 3 juga bermanfaat untuk melawan infeksi terutama infeksi saluran pernafasan. Sumber makanan yang banyak mengandung Omega 3 adalah telur, kacang-kacangan dan ikan laut.
Kebutuhan nutrisi dapat dipenuhi dari asupan makanan sehari-hari. Jadi pastikan bahan makanan berasal dari sumber yang bersih dan sehat. Perhatikan juga saat pengolahan makanan. Karena akibat kesalahan pengolahan nutrisi yang terkandung akan hilang. Pemberian vitamin nafsu makan anak hanya sebagai tambahan saja saat diperlukan. Sebab seperti yand dijelaskan diawal, anak yang sehat tentu nafsu makannya bagus. Saat yang tepat memberikan suplemen kepada anak adalah saat baru sembuh dari sakit. Pemberian suplemen baik juga dilakukan saat anak mengalami tanda-tanda penurunan daya tahan tubuh.
Saat membeli suplemen makanan anak, pilih suplemen yang berkualitas. Perhatikan tanggal kedaluwarsa. Jangan salah pilih, sebab suplemen untuk anak memiliki takaran yang berbeda dengan suplemen untuk orang dewasa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Informasi yang disajikan dalam artikel ini hanya bersifat umum dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis. Artikel ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan konsultasi dengan tenaga medis yang berkualifikasi. Selalu cari saran dari tenaga medis sebelum membuat keputusan mengenai kesehatan atau kondisi medis Anda.

Konten artikel ini didasarkan pada penelitian dan informasi yang tersedia hingga tanggal publikasi. Pengetahuan medis dan praktik dapat berubah seiring waktu, dan informasi baru mungkin muncul yang dapat memengaruhi keakuratan atau relevansi konten. Meskipun telah dilakukan upaya untuk memastikan keakuratan dan keandalan informasi yang disajikan, penulis dan penerbit tidak membuat pernyataan atau jaminan, baik tersurat maupun tersirat, mengenai kelengkapan, keakuratan, keandalan, kesesuaian, atau ketersediaan informasi yang terdapat dalam artikel ini.

Penulis dan penerbit menolak segala tanggung jawab atas kesalahan atau kelalaian dalam konten artikel ini. Mereka tidak bertanggung jawab atas kehilangan, cedera, atau kerusakan yang timbul dari penggunaan atau ketergantungan pada informasi yang disediakan dalam artikel ini. Pembaca bertanggung jawab sepenuhnya untuk mengevaluasi informasi dan menentukan kesesuaian informasi tersebut untuk tujuan mereka sendiri.

Artikel ini mungkin berisi tautan ke situs web atau sumber daya eksternal. Penulis dan penerbit tidak bertanggung jawab atas isi atau ketersediaan situs web atau sumber daya eksternal tersebut. Penyertaan tautan tersebut tidak mengimplikasikan dukungan atau rekomendasi dari penulis atau penerbit.

Pernyataan atau klaim yang dibuat dalam artikel ini mengenai produk, prosedur, perawatan, atau layanan tertentu hanya untuk tujuan informasi dan tidak merupakan dukungan atau rekomendasi. Pembaca harus melakukan riset mereka sendiri dan berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum membuat keputusan atau melakukan tindakan terkait produk, prosedur, perawatan, atau layanan tersebut.

Secara keseluruhan, artikel ini bukan pengganti nasihat medis profesional, diagnosis, atau pengobatan. Selalu cari saran dari tenaga medis yang berkualifikasi jika Anda memiliki pertanyaan mengenai kondisi medis.